

Sertifikat TKDN adalah bentuk usaha yang pemerintah lakukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri dalam negeri. Sudah menjadi rahasia umum jika negara kita merupakan negara tujuan ekspor paling tinggi se-dunia. Kondisi tersebut terjadi karena besarnya kebutuhan dan daya beli konsumen Indonesia.
Tahukah Anda apa saja tujuan dan fungsi dari mengurus TKDN ?
Jenis-Jenis Produsen Barang yang Harus Urus TKDN
Sertifikat TKDN adalah kunci penting yang menjadi tolak ukur peningkatkan kualitas dan nilai jual barang/jasa dalam negeri. Dari sekian banyak perusahaan yang berkewajiban mengurus TKDN salah satunya adalah perusahaan telekomunikasi. Perusahaan ini fokus memproduksi dan menyalurkan handphone, tablet atau barang telekomunikasi lainnya ke konsumen.
Setiap produk telekomunikasi memiliki nilai capaian TKDN yang berbeda-beda. Tugas perusahaan Anda adalah melampaui batas minimal dari nilai capaian TKDN yang pemerintah tetapkan.
Perusahaan lain yang juga wajib mengurus TKDN adalah produsen obat farmasi. Obat farmasi merupakan produk yang sangat penting karena berkaitan dengan kelangsungan pengobatan pasien. Perusahaan wajib memastikan jika obat farmasi yang mereka produksi memenuhi syarat dan capaian nilai TKDN.
Pihak lainnya yang juga tidak luput dari pengurusan TKDN adalah perusahaan produksi bahan konstruksi. Kegiatan konstruksi merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan kemajuan pembangunan negara. Hal yang lumrah jika pemerintah ingin memastikan apabila bata, semen atau beton yang perusahaan Anda produksi mencapai nilai TKDN.
Ketiga perusahaan tersebut memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing karena memproduksi barang yang berbeda. Meski demikian, kewajiban TKDN tidak bisa mereka hindari. Perusahaan wajib mengurus berkas persyaratan guna pengajuan TKDN karena sertifikat TKDN adalah jalan satu-satunya aman dari sanksi administratif yang memberatkan.