

Dalam mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri, pemerintah Indonesia mendorong perusahaan untuk memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sertifikat ini menjadi salah satu bukti resmi yang menunjukkan besarnya kandungan komponen dalam negeri pada suatu produk barang atau jasa.
Namun, untuk memperoleh sertifikat TKDN, perusahaan perlu melalui beberapa tahapan penghitungan, pemeriksaan dokumen, verifikasi, hingga penerbitan sertifikat oleh Kementerian Perindustrian.
Proses verifikasi dan penilaian TKDN bertujuan memastikan bahwa nilai kandungan dalam negeri yang diajukan perusahaan telah dihitung berdasarkan data dan dokumen pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.
Lantas, bagaimana tahapan verifikasi dan penilaian sertifikat TKDN? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Verifikasi dan Penilaian TKDN?
Verifikasi dan penilaian TKDN merupakan proses pemeriksaan terhadap data, dokumen, serta komponen biaya yang digunakan untuk menentukan besaran nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri.
Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa komponen yang diklaim sebagai kandungan dalam negeri benar-benar memenuhi ketentuan penghitungan yang berlaku.
Objek penilaian TKDN dapat mencakup:
Setiap jenis pengajuan memiliki metode penghitungan dan kebutuhan dokumen yang berbeda sehingga perusahaan perlu menyiapkan data sesuai objek sertifikasi.
Secara umum, proses sertifikasi TKDN dilaksanakan melalui pengajuan elektronik, penghitungan nilai, pemeriksaan dan verifikasi, hingga penerbitan sertifikat sesuai ketentuan Kementerian Perindustrian.
Berikut tahapan yang perlu diketahui oleh perusahaan.